Lu Xinning, wakil ketua pemerintah Guangxi, menggambarkan manfaat ekonomi kanal tersebut sebagai keuntungan yang nyata karena dapat mengurangi biaya operasional sekaligus mendorong perdagangan domestik dan internasional.

Namun, tentunya ada harga sosial yang harus dibayar di balik proyek raksasa. Pembangunan kanal sepanjang 134 kilometer tersebut juga membutuhkan perubahan besar pada wilayah yang dilaluinya.

Menurut sumber resmi yang dikutip Al Jazeera, proses pembangunan melibatkan pemindahan 2.764 keluarga atau 11.228 orang di empat wilayah administratif di Guangxi. Di Hengzhou saja, sebanyak 368 rumah dibongkar dengan luas keseluruhan sekitar 84.200 meter persegi. Pemerintah setempat kemudian menyediakan berbagai model hunian baru yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kebiasaan warga.

Sebagian penduduk juga membawa pohon tua dari lokasi lama ke rumah baru. Salah satunya adalah pohon kapur barus berusia sekitar 217 tahun.Seorang warga yang harus meninggalkan desanya mengatakan, "Tidak ada lagi desa bernama Fenghuangping, tetapi dengan Kanal Pinglu, masa depan akan menjadi lebih baik."

Kanal ini mulai dibuka untuk pelayaran pada 16 September 2026. Hingga akhir 2026, kapal komersial masih dapat melintasi tiga pintu air secara gratis. Mulai 1 Januari 2027, tarif uji coba ditetapkan sebesar 1 yuan (Rp 2.645) untuk setiap ton kapasitas kapal setiap kali melewati pintu air.

Dengan Kanal Pinglu, China pada dasarnya sedang mengubah geografi logistiknya, yakni wilayah pedalaman yang jauh dari laut kini memiliki jalur yang lebih pendek menuju pelabuhan dan pasar Asia Tenggara.