China dan AS telah terlibat perang dagang sengit. AS dan China juga bersaing ketat dalam urusan AI.

Dilansir DW, posisi China berubah dengan cepat dalam urusan AI. Dari yang tertinggal 5 tahun dari AS di bidang kecerdasan buatan (AI) kelas atas menjadi tertinggal hanya beberapa bulan saja.

Saat para pengembang AS seperti Claude dari Anthropic dan ChatGPT dari OpenAI telah menghabiskan ratusan miliar dolar untuk mendorong kemajuan AI, China justru menempuh jalur yang berbeda. Perusahaan teknologi China telah memprioritaskan puluhan model AI dengan sumber terbuka yang dibangun dengan basis teknologi yang cukup baik.