Platform-platform ini, termasuk DeepSeek, Qwen dari Alibaba, dan MiMo dari Xiaomi, kini telah diterapkan secara luas di berbagai bisnis, layanan pemerintah, dan beragam perangkat konsumen di Cina. Sebagai tanda terbaru bahwa jarak tersebut semakin menyempit, perusahaan rintisan China, Moonshot AI, pekan lalu meluncurkan Kimi K3, sebuah model yang mampu menyaingi salah satu model AI paling canggih, Claude Fable 5 dari Anthropic, sebagai tolak ukur pertama.

Kemajuan terbaru China ini telah memicu reaksi keras dari Washington. Pada Juli lalu, Presiden AS Donald Trump mengancam akan memblokir akses AS ke model-model AI Cina. Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperingatkan AS dapat menjatuhkan sanksi terhadap model-model China terkait dugaan pencurian kekayaan intelektual (IP).

Anthropic dan OpenAI menuduh laboratorium-laboratorium China menggunakan model AI AS untuk melatih sistem mereka, sebuah proses yang dikenal sebagai knowledge distilling atau transfer pengetahuan.