Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr mengatakan pernyataan duta besar itu terdengar 'seperti sebuah ancaman dan bukan pernyataan yang diplomatik'. Sekretaris urusan Luar Negeri Filipina Theresa Lazaro juga telah memanggil Duta Besar Jing Quan untuk menyampaikan keberatan keras atas pernyataannya pekan lalu yang dinilai 'mengandung ancaman penggunaan kekuatan'.
Persoalan itu makin panas setelah beberapa senator Filipina menyatakan mempertimbangkan untuk menyatakan Jing sebagai persona non grata atau orang yang tidak diinginkan. Pada hari Minggu, Kedutaan Besar China di Manila menantang para legislator Filipina untuk mengeluarkan deklarasi tersebut, namun memperingatkan akan adanya tindakan balasan.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, juga menyatakan China dengan tegas menentang tindakan sejumlah pihak di Filipina yang dianggap terus menggembar-gemborkan isu-isu terkait China dan merusak hubungan bilateral. Pernyataan tersebut disampaikan Mao dalam sebuah konferensi pers rutin menyusul pengumuman dari Kementerian Luar Negeri Filipina bahwa mereka telah memanggil duta besar China untuk Filipina.