"Gagasan untuk mengembangkan produk fermentasi, seperti cuka dan bir, berawal dari kesadaran konsumen yang kian meningkat terhadap pola makan sehat dan asupan gula," ujar Manajer Umum Hao Qing Chun Biotechnology Co., Ltd, Lu Mingshan dikutip dari Xinhua, Kamis (22/10/2026).

Dengan memadukan teknik pembuatan cuka tradisional dan teknologi fermentasi modern, perusahaan ini sukses mengurangi kadar gula dalam air tebu segar lokal selama proses fermentasi, tetapi tetap mempertahankan kandungan zat besinya.

Produk minuman cuka ini tidak hanya dinikmati di pasar domestik China, tetapi juga sukses merambah pasar luar negeri seperti Vietnam dan Republik Korea. Tercatat, penjualan ekspor mencapai sekitar 20 juta yuan atau setara US$ 3 juta pada 2025. Lu menyebut nilai ini menyumbang sekitar sepertiga dari total penjualan perusahaan.

Guangxi memproduksi sekitar 60,93 juta ton tebu pada musim giling 2025-2026 dan menghasilkan sekitar 7,7 juta ton gula. Angka ini naik sekitar 19% secara tahunan.

Produk turunan, seperti tetes tebu (molasses) dan ampas tebu (bagasse) juga dimanfaatkan di berbagai industri. Di Chongzuo, lebih dari 200.000 ton tetes tebu setiap tahunnya diolah menjadi ragi kering aktif beraktivitas tinggi dan ekstrak ragi. Produk-produk ini dijual di lebih dari 160 negara dan wilayah.