Pada suhu minus 40 derajat Celsius, baterai tersebut diklaim masih mempertahankan lebih dari 90 persen kapasitas pakainya.
Pada Agustus 2026, HiNa bersama Tonly Heavy Industries juga menyerahkan truk tambang listrik dengan sistem baterai natrium berkapasitas 676 kWh kepada tambang Tangshan Sanyou di Provinsi Hebei.
Meski memiliki keunggulan pada kinerja suhu rendah dan ketersediaan bahan baku natrium, teknologi ini masih menghadapi tantangan kepadatan energi.
Spesifikasi baterai HiNa mencatat kepadatan energi gravimetrik minimal 145 Wh/kg, sementara biaya produksi baterai natrium belum secara konsisten lebih rendah dibandingkan baterai lithium iron phosphate (LFP).
Karena itu, kendaraan berat dan armada komersial menjadi salah satu sasaran awal penerapan teknologi tersebut sebelum penggunaannya diperluas ke segmen kendaraan listrik lainnya.