NADIKABAR.COM — China meningkatkan upaya diplomatik untuk menyelesaikan krisis di Timur Tengah, yang dipicu oleh perang yang dikobarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Otoritas Beijing menyerukan semua pihak yang berkonflik untuk kembali ke meja perundingan.

Seruan ini disampaikan China setelah melakukan serangkaian pertemuan berturut-turut dengan para pejabat Iran, Oman, dan Arab Saudi di Beijing pekan ini.

Pertemuan itu berlangsung beberapa hari setelah Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman perang baru, di tengah konflik yang berlangsung lebih dari delapan bulan terakhir. Konflik yang dipicu oleh serangan gabungan AS dan Israel itu telah meluas hingga ke negara-negara tetangga di kawasan tersebut.

Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi, seperti dilansir AFP, Selasa (3/11/2026), menyampaikan kepada Wakil Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Bagheri Kani, bahwa Beijing mendukung Teheran dalam "menjaga kedaulatan dan keamanannya sendiri".

Dalam pertemuan terpisah dengan Penasihat Keamanan Nasional Saudi, Musaad bin Mohammad al-Aiban, di Beijing, Wang juga menyerukan dialog untuk mengakhiri konflik, sembari menekankan pentingnya "menjaga keamanan energi regional dan keselamatan jalur pelayaran".