Pada Senin (2/11), Presiden China Xi Jinping melakukan pertemuan dengan Sultan Oman, Haitham bin Tariq, di Beijing. Ini menjadi kunjungan pertama bagi kepala negara dari negara Teluk tersebut ke China sejak hubungan diplomatik kedua negara terjalin.

Xi mengatakan kepada Haitham bahwa China siap untuk "berkontribusi bagi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran di kawasan tersebut".

Laporan kantor berita China, Xinhua, menyebutkan bahwa Xi menegaskan agar Timur Tengah tidak seharusnya menjadi "arena pergulatan bagi persaingan antarnegara besar maupun konflik geopolitik".

Akhir bulan ini, menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Beijing akan mengirimkan utusan khusus untuk Timur Tengah ke Iran, Oman, dan Saudi sebagai bagian dari "diplomasi ulang-alik... yang bertujuan untuk mendorong perundingan damai dan meredakan ketegangan".