China menyatakan luar angkasa merupakan milik seluruh umat manusia. Untuk itu, agenda Space2030 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) harus dilaksanakan dengan memberikan perhatian khusus pada pengembangan kapasitas dan kebutuhan penerapan teknologi bagi seluruh pihak.

Selain itu, mereka juga mendorong adanya penelitian bersama dan kerja sama teknologi secara bilateral, regional, atau internasional untuk mempercepat pemanfaatan teknologi antariksa demi meningkatkan taraf hidup manusia, termasuk mitigasi bencana dan penanganan perubahan iklim.

Seluruh aktivitas yang dilakukan di luar angkasa juga tetap harus menjunjung tinggi regulasi internasional yang berlaku, termasuk Outer Space Treaty. Dalam hal ini, setiap negara wajib mematuhi prinsip keamanan di luar angkasa dan bersikap transparan.

Mereka menyarankan negara-negara untuk menghindari konflik dan tidak merancang regulasi yang bersifat diskriminatif maupun eksklusif. Upaya-upaya ini harus dilakukan untuk membangun mekanisme tata kelola yang terbuka, adil, dan efektif berdasarkan partisipasi luas.