Dari sisi pelaksanaan, penggunaan sistem digital dinilai lebih efisien. Namun, pemerintah tetap perlu menyiapkan perangkat keras yang dibutuhkan. Salah satunya dengan menyewa perangkat jika diperlukan.

Terkait potensi kecurangan, Andang menilai teknologi bukan satu-satunya faktor penentu. Menurutnya, integritas panitia tetap menjadi bagian penting dalam menjaga proses Pilkades.

"Kalau kecurangan itu sebenarnya kembali kepada niat. Tapi kita berupaya meminimalisir. Data pemilih langsung tercatat dan tidak bisa diubah-ubah. Jam berapa dia memilih juga tercatat," katanya.

Karena itu, panitia dan petugas di lapangan diminta menjaga integritas. Termasuk ketika ada warga yang karena kondisi tertentu tidak bisa datang sendiri ke TPS dan membutuhkan pendampingan.

"Ini pesta demokrasi, harus dilakukan dengan rasa senang. Prosesnya juga harus akuntabel dan dapat dipercaya, bebas, langsung, rahasia. Itu yang harus kita jaga," pungkasnya.