"Sampai hari Minggu kemarin, kekeringan ada di 34 desa, 77 dusun, 19 kecamatan, dengan jumlah 8.646 KK," katanya.
Ani menambahkan, data terbaru belum sepenuhnya masuk karena tim masih fokus melakukan penyaluran air di akhir pekan. "Hari Sabtu dan Minggu masih belum terekap semua karena kemarin baru kita mendistribusikan ke beberapa daerah. Hari ini juga masih ada pendistribusian," ujar Ani.
Hingga Sabtu lalu, total air bersih yang telah disalurkan mencapai 911 ribu liter atau setara dengan 182 tangki. "Sampai dengan hari Sabtu, sekitar 911.000 liter atau kurang lebih 182 tangki," kata Ani.
Terkait pembiayaan, BPBD mengandalkan pergeseran anggaran APBD untuk penanganan darurat. Selain itu, bantuan mengalir dari sektor swasta, perbankan, komunitas, hingga sinergi TNI dan Polri.
"Untuk penyuplaian air, sementara sumber dananya masih dari APBD. Kita gunakan dari pergeseran anggaran atau efisiensi yang digeser untuk pendistribusian air dan penanganan bencana kekeringan," ujarnya.
"Selain itu ada juga dari CSR perusahaan, perbankan, swasta, komunitas, organisasi masyarakat, kepolisian, TNI, dan para relawan," sambungnya.
Kendala utama di lapangan adalah biaya operasional untuk menjangkau lokasi yang jauh dari sumber air, seperti wilayah Banjaranyar, Panjalu, dan Panawangan. "Airnya memang gratis dari PDAM, tetapi kita tetap ada biaya operasional untuk menjangkau daerah-daerah tersebut. Yang cukup jauh itu Banjaranyar, Panjalu, dan Panawangan," katanya.