"Jadi mereka semacam hubungan gelap. Kalau dari penjelasan tersangka sih sekitar 6 tahun, cukup lama," ungkap Samel.
Samel menjelaskan, dari hasil penyelidikan, pelaku nekat melakukan aksinya karena cemburu kemudian sakit hati. Korban sebelum peristiwa meminta diantarkan ke rumah mantan suami untuk meminta uang berobat anak.
"Setelah kita lakukan pemeriksaan terhadap tersangka, motifnya adalah sakit hati," kata Samel.
"Perjalanan itu adalah tersangka ini membonceng korban. Korban minta diantar ke rumah mantan suami korban dengan tujuan karena memang ingin minta uang berobat untuk anaknya," imbuhnya.
Samel menyebut pelaku menolak permintaan itu. Meski belum ada pengakuan, ia menduga pelaku merasa cemburu sehingga tidak mau mengantarkan korban ke rumah mantan suaminya.
"Namun tersangka menolak dan di situ terjadi cekcok sampai dengan tiba di lokasi. Kalau dari pengakuan belum ada, cuma perkiraan kita yang namanya mereka berpacaran dimungkinkan itu ada rasa cemburu," ungkap Samel.
Korban dan pelaku tiba di sebuah pos ronda tersebut untuk beristirahat pada Selasa (1/9) sekitar pukul 02.00 WIB. Namun saat itu cekcok mereka berlanjut.
"Kalau pengakuan dari pelaku itu berhenti dulu sejenak untuk istirahat. Kebetulan ada pos ronda di pinggir jalan dia berhenti namun lanjut percekcokan itu," jelas Samel.