Becak listrik bantuan pemerintah ditemukan ditawarkan di platform jual beli online. Penawaran tersebut kemudian menjadi sorotan setelah tangkapan layarnya beredar di media sosial dan grup aplikasi perpesanan. Lokasi penawaran tercantum di Cirebon.
Dalam unggahan yang beredar, sebuah becak listrik yang menampilkan gambar presiden ditawarkan untuk dijual melalui platform jual beli online.
Postingan itu kemudian mendapat beragam komentar dari warga. Sejumlah warga menyayangkan adanya becak listrik yang merupakan bantuan pemerintah namun ditawarkan untuk dijual.
"Miris," tulis salah seorang warga saat mengomentari postingan tersebut, dikutip Selasa (9/8/2026).
"Malah dijual. Gausah dikasihani kalau gini," komentar warga lainnya.
"Minta bantuan, giliran dikasih malah dijual," tulis warga lainnya.
Selain tangkapan layar penawaran, unggahan tersebut juga memuat tangkapan layar sebuah percakapan dengan pihak yang menawarkan becak listrik tersebut.
Dalam percakapan itu, pihak yang menawarkan becak listrik mendapat peringatan agar tidak menjual becak listrik bantuan. Namun, pihak yang menawarkan tetap bersikukuh.
"Barang yang sudah dikasihkan itu bebas mau kita apain juga," ujar pihak tersebut dalam percakapan.
Sementara itu, ada juga seorang warga kemudian mencoba mengetes penawaran tersebut. Ia menghubungi pihak yang menawarkan becak listrik dengan berpura-pura menanyakan harga.
"Dijual berapa kang?" tanya warga tersebut.
"Rp8 juta," jawab pihak yang menawarkan.
Wali Kota Cirebon, Effendi Edo sebelumnya sudah mewanti-wanti agar bantuan becak listrik dipergunakan sebagaimana mestinya. Ia meminta becak yang telah diberikan tidak dijual.
"Becaknya jangan dijual," kata Edo saat memberikan sambutan dalam proses penyerahan bantuan becak listrik di Alun-alun Kejaksan, Kota Cirebon, beberapa waktu lalu.
Warga di wilayah Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, sempat dibuat geger oleh penemuan bayi laki-laki yang terbungkus kain di area perkebunan. Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi selamat setelah diduga berada di lokasi selama sekitar 3-4 jam.
Polisi yang menerima laporan warga segera melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara. Hasilnya, petugas mengamankan seorang perempuan yang diduga kuat merupakan ibu kandung dari bayi tersebut.
Kapolres Majalengka AKBP Muhammad Aldy Sulaiman menjelaskan, bayi tersebut awalnya ditemukan oleh warga setempat. Usai menemukan sang bayi, warga langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian.
"Terus kami segera menindaklanjuti dan alhamdulillah telah ditemukan satu terduga pelaku, yang mana terduga pelaku ini adalah merupakan ibu dari bayi tersebut," kata Aldy kepada NadiKabar, Selasa (8/9/2026).