Aldy menyampaikan, terduga pelaku saat ini masih berusia di bawah umur. Meski demikian, yang bersangkutan diketahui bukan merupakan pelajar dan belum memiliki pekerjaan tetap.

Sementara itu, bayi malang tersebut kini sudah mendapatkan penanganan medis secara intensif. Aldy memastikan kondisi kesehatan bayi laki-laki itu stabil dan tengah dirawat di RSUD Majalengka.

"Kami sampaikan juga bahwa rentang waktu dari awal mula dibuang sampai dengan ditemukan oleh warga kurang lebih selama 3 sampai 4 jam. Dan alhamdulillah saat ini status dari bayi tersebut sehat dan saat ini dirawat di RSUD Majalengka," ujarnya.

Hingga saat ini, polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri motif pelaku serta kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Pemeriksaan terhadap terduga pelaku pun masih dilakukan secara intensif.

"Satreskrim Polres Majalengka masih terus melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap terduga pelaku tersebut untuk mengetahui apa-apa saja yang motifnya dan siapa-siapa saja yang terlibat di dalam permasalahan atau kasus ini," jelas Aldy.

Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Indramayu, Nadia Permatasari (23), mengaku mengalami penyekapan dan perlakuan buruk saat berada di Tiongkok. Melalui video yang beredar di media sosial, Nadia meminta pemerintah Indonesia turun tangan untuk membantunya kembali ke tanah air.

Dalam video tersebut, Nadia menyampaikan permohonan kepada pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, agar Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Kementerian Ketenagakerjaan segera mengambil langkah untuk memulangkannya ke Indonesia.

Nadia mengaku awalnya berangkat ke Tiongkok dengan tujuan bekerja untuk membantu orang tuanya menyelesaikan persoalan utang. Namun, ia justru menghadapi kondisi yang disebutnya membuat keselamatan dirinya terancam.

"Saya di sini (Tiongkok) sudah tidak kuat menghadapi perlakuan suami saya. Mau pulang ke Indonesia disuruh ganti biaya mahar, tapi saya sudah tidak punya apa-apa karena uang mahar digunakan untuk berobat saudara saya yang sekarang sudah meninggal dunia. Tolong bantu saya bisa pulang ke rumah di Indramayu," ujar Nadia dalam video tersebut, dikutip NadiKabar pada Jumat (11/9/2026).

Permintaan pertolongan Nadia juga mendapat perhatian dari keluarganya di Indramayu. Ayahnya, Kamudi, saat ini tinggal di sebuah rumah kontrakan di Blok Legok Kedung, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu.

Kondisi ekonomi keluarga membuat Kamudi tidak memiliki banyak pilihan selain berharap pemerintah membantu kepulangan putrinya.

Kamudi mengatakan dirinya hanya dapat berdoa sambil menunggu adanya tindakan dari pemerintah. Ia berharap pemerintah daerah, mulai dari Pemerintah Kabupaten Indramayu hingga Pemerintah Provinsi Jawa Barat, turut membantu menangani persoalan yang dihadapi anaknya.

"Saya hanya bisa pasrah dan berdoa kepada Sang Pencipta semoga anak saya bisa pulang ke Indonesia," kata Kamudi di kediamannya, Jumat (11/9/2026).

Sementara itu, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Indramayu telah merespons informasi mengenai Nadia yang ramai diperbincangkan. Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja pada Disnaker Indramayu, Asep Kurniawan, mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap tawaran bekerja ke luar negeri.

Asep secara khusus meminta warga tidak mudah percaya terhadap pihak yang menawarkan pekerjaan di Tiongkok. Menurutnya, hingga saat ini tidak terdapat lowongan pekerjaan resmi yang ditawarkan melalui jalur ketenagakerjaan untuk tujuan negara tersebut.

"Untuk Nadia, saya pastikan prosesnya ilegal. Tidak ada job kerja di negara Tiongkok," ujar Asep kepada NadiKabar, Jumat (11/9/2026).

Disnaker Indramayu pun mengimbau calon PMI memastikan legalitas perusahaan, jenis pekerjaan, negara tujuan, serta prosedur keberangkatan sebelum menerima tawaran bekerja di luar negeri.

"Langkah tadi itu penting untuk mencegah warga menjadi korban perdagangan manusia, maupun keberangkatan nonprosedural," pungkas Asep.