MU baru dua kali menang dari 10 pertandingan di semua ajang dan gagal memenangi enam laga terbaru. Maka mereka dalam tekanan ekstra untuk menang di markas Como, si anak baru di Liga Champions.
Como punya setidak-tidaknya dua keuntungan: main di rumah sendiri dan bisa menghadapi laga tanpa takut rugi apapun. Itu bisa amat berdampak ke pertandingan, apalagi jika MU menunjukkan tanda-tanda gugup.
Pelatih Como Cesc Fabregas menegaskan pentingnya menghormati MU, betapapun sang lawan sedang kurang baik kondisinya. Klub dengan sejarah dan pengalaman sebesar MU selalu bisa menemukan kebangkitan kapanpun.
"Manchester United, klub yang bersejarah. Respek yang sangat besar untuk mereka dan apa yang mereka sedang kerjakan. Saya kenal Steve Holland dan tahu Michael Carrick. Dia (Carrick) bekerja sangat baik untuk mengembalikan Man United ke posisi sebenarnya," ujarnya di situs UEFA.