NADIKABAR.COM — Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) resmi berdiri sebagai kementerian tersendiri pada 2024 di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, untuk pertama kalinya setelah 79 tahun Indonesia merdeka.
Pembentukan kementerian ini memperkuat posisi kebudayaan sebagai fondasi pembangunan, mulai dari meneguhkan identitas bangsa, menjaga persatuan, meningkatkan kesejahteraan, hingga memperluas pengaruh Indonesia di dunia.
"Dua tahun pertama diarahkan pada tiga fokus yang saling terhubung: pelindungan budaya; diplomasi dan kerja sama; serta pengembangan dan pemanfaatan budaya. Pelaksanaannya bertumpu pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan dan Peraturan Presiden Nomor 190 Tahun 2024 tentang Kementerian Kebudayaan," tulis Kemenbud dikutip dari keterangan resminya, Rabu (21/10/2026).
Perkembangan Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) menunjukkan arah pertumbuhan yang mendukung pencapaian target 68,15 pada Indonesia Emas 2045. Dimensi Warisan Budaya dan Ekspresi Budaya menunjukkan tren positif. Dimensi Ekonomi Budaya masih mencatat capaian terendah, meskipun terus tumbuh secara bertahap.
Pelindungan Budaya: Menjaga Warisan dan Memastikan Keberlanjutan Tradisi
Kemenbud mengungkapkan Penetapan Cagar Budaya Peringkat Nasional meningkat dari 10 penetapan pada 2024 menjadi 85 penetapan pada 2025, kemudian mencapai 7.471 penetapan sepanjang Januari hingga awal Oktober 2026. Pada Warisan Budaya Takbenda Indonesia, capaian 2024 sebanyak 272 penetapan, sedangkan capaian hingga September 2026 mencapai 550 penetapan.
Penguatan status disertai pelestarian fisik melalui pemugaran Istana Dalam Loka di Nusa Tenggara Barat (NTB), revitalisasi Rumah Tabuik di Sumatera Barat (Sumbar), dan pendampingan pemugaran candi. Pada 2026, program revitalisasi istana dan keraton mencakup 21 objek.
Selain itu, pada 2026 juga fasilitasi kekayaan intelektual mencakup 129 pencatatan hak cipta, 25 pendaftaran merek, dan 250 pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal. Hingga September 2026, Kemenbud mengungkapkan Gerakan Seniman Masuk Sekolah menjangkau 216 sekolah dan 3.521 peserta didik. Dukungan kepada masyarakat adat dan penghayat kepercayaan menjangkau 43 lembaga hingga September 2026.
Pada 2027, Gerakan Seniman Masuk Sekolah ditargetkan menjangkau sedikitnya 341 lembaga. Dukungan masyarakat adat dan penghayat kepercayaan mencakup fasilitasi 40 lembaga, pengembangan 22 desa adat, dan peningkatan kapasitas 550 orang.
Pemajuan Kebudayaan di Daerah melalui Balai dan Kantor Pelestarian Kebudayaan