Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya pada 2025 mencatat 5.711 talenta dalam pendataan dan pembinaan lanjutan, dengan 116 talenta memperoleh rekognisi internasional. Laporan 2026 mencatat jangkauan 52.055 talenta terdampak melalui 214 program bersama 169 mitra di 83 kabupaten/kota, serta 200 rekognisi internasional.
Di bidang film, Layar Indonesiana 2025 menerima 553 proposal dan menghasilkan 10 film pendek. Akses publik diperluas melalui 85 pemutaran dari 21 judul film nasional dengan 14.140 kehadiran penonton hingga Oktober 2026.
Di bidang musik, Festival Musik Tradisi Indonesia 2025 melibatkan sekitar 1.221 pelaku budaya dan menjangkau 30.200 penonton di empat provinsi. Pada 2026, FMTI menargetkan pelaksanaan di 10 titik di berbagai provinsi, khususnya daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Pada 2025, digitalisasi warisan budaya menghasilkan 8.827 data digital, sementara Peta Interaktif Kebudayaan menampilkan 601 data cagar budaya dan warisan budaya takbenda. Budaya GO! diikuti 627 tim dari 33 provinsi pada 2025.
Selanjutnya, pada 2025, bantuan sarana dan prasarana senilai Rp29.842.021.635 menjangkau 81 penerima di 23 provinsi. Lebih lanjut, pada 2027, target pembinaan mencakup MTN bagi 5.278 orang, bimbingan teknis bagi 340 orang, sertifikasi bagi 385 orang, dan Pemajuan Kebudayaan Desa di 130 desa.
Ekonomi Budaya: Potensi Pertumbuhan dan Kesejahteraan Masa Depan
Ekonomi budaya merupakan potensi strategis bagi pertumbuhan Indonesia. Tantangannya mencakup kesinambungan produksi, kapasitas pengelolaan usaha, pelindungan hak, akses pembiayaan, dan jaringan distribusi.
Arah tersebut menjadi dasar Kegiatan Prioritas Kemenbud Tahun 2027 yakni Penguatan Ekosistem Kebudayaan sebagai Fondasi dalam Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Produktivitas, Investasi dan Industri. Keberhasilan ekonomi budaya dinilai melalui peningkatan pendapatan, kualitas pekerjaan, keberlanjutan usaha, regenerasi keterampilan, dan pemerataan manfaat antarwilayah.
Lebih lanjut, menuju Indonesia Emas 2045, kebudayaan diarahkan menjadi sumber ketahanan sosial dan pertumbuhan yang berkelanjutan. Warisan yang terjaga, pelaku yang berdaya, karya yang berkembang, serta manfaat yang semakin merata menjadi landasan membangun Peradaban Indonesia Raya yang berpengetahuan, adil, dan makmur.