NADIKABAR.COM — Pertemuan ke-17 Konferensi Para Pihak untuk Konvensi Keanekaragaman Hayati (COP17) dibuka pada Minggu (18/10) di Yerevan, ibu kota Armenia, dengan negara-negara dijadwalkan melakukan tinjauan global pertama atas kemajuan kolektif dalam implementasi Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal (Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework/KMGBF).
Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan menyatakan konferensi dibuka, seraya menyerukan agar negara-negara mengubah komitmen mereka menjadi tindakan nyata dan hasil yang terukur menjelang tenggat 2030 untuk target-target di dalam kerangka kerja tersebut.
Sekretaris Eksekutif Konvensi Keanekaragaman Hayati Astrid Schomaker menyampaikan harapan agar COP17 dapat menunjukkan bahwa multilateralisme berhasil dan komunitas internasional mampu memenuhi komitmennya.
Dia mengatakan penilaian atas KMGBF dan laporan nasional negara-negara akan membantu mengidentifikasi kesenjangan implementasi serta memandu upaya untuk mengatasinya.
Diadopsi pada 2022, KMGBF bertujuan menghentikan dan membalikkan degradasi keanekaragaman hayati per 2030, dengan visi hidup selaras dengan alam per 2050. Tinjauan global tersebut akan menilai kemajuan, mengidentifikasi kesenjangan, dan membantu menentukan tindakan prioritas guna mempercepat implementasi.
COP17 akan berlangsung pada 19-30 Oktober dengan mengusung tema "Mengambil Tindakan untuk Alam" (Taking Action for Nature).