NADIKABAR.COM — Antalya/Ankara (NadiKabar) - Konferensi Para Pihak ke-31 (COP31) Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim akan dimulai pada Senin (9/11) di kota wisata Antalya, pesisir Mediterania, Turkiye.
Konferensi tersebut akan mempertemukan para kepala negara, pejabat senior, akademisi, dan perwakilan masyarakat sipil dari berbagai negara.
Pertama kali diselenggarakan di Berlin pada 1995, konferensi tahunan itu menjadi wadah bagi negara-negara pihak konvensi untuk mengevaluasi kemajuan dalam penanganan perubahan iklim, mengembangkan solusi bersama, dan mengambil keputusan yang membentuk kebijakan iklim global.
Turkiye akan memimpin konferensi tahun ini yang berlangsung pada 9-20 November dan membahas berbagai keputusan penting terkait pembangunan berkelanjutan serta kebijakan iklim.
Lokasi penyelenggaraan COP31 di Antalya telah disiapkan di atas lahan seluas 1,1 juta meter persegi. Konferensi yang mengusung tema "COP Masa Depan - COP Implementasi" tersebut dibangun berdasarkan tiga pilar, yakni dialog, konsensus, dan aksi.
Konferensi ini bertujuan memperkuat kepercayaan dan kerja sama antarnegara, mendorong tanggung jawab bersama, serta menerjemahkan komitmen iklim menjadi tindakan nyata yang terukur.
Seluruh kegiatan akan berlangsung di dua kawasan yang telah ditetapkan, yakni Zona Biru (Blue Zone) dan Zona Hijau (Green Zone).
Negosiasi resmi berdasarkan Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim, pertemuan tingkat tinggi, dan pembicaraan diplomatik akan berlangsung di Zona Biru. Akses ke kawasan tersebut akan dikendalikan berdasarkan aturan akreditasi PBB.
Zona tersebut juga akan menjadi lokasi berbagai kegiatan pendamping, termasuk diskusi panel mengenai adaptasi perubahan iklim, energi bersih, nol sampah, kota berkelanjutan, pendanaan iklim, teknologi, kesehatan, dan transformasi hijau.
Zona Biru mencakup ruang sidang pleno, kantor delegasi, paviliun, pusat pers dan media, serta restoran.
Sebuah bangunan berbentuk lima kelopak yang disebut "Terowongan Waktu" (Time Tunnel), dengan luas 10.000 meter persegi, akan difungsikan sebagai Museum Nol Sampah.
Zona Hijau dirancang untuk mendorong partisipasi masyarakat. Kawasan ini akan menghadirkan berbagai pusat kegiatan tematik yang memungkinkan lembaga pemerintah, pelaku usaha, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan generasi muda berbagi solusi, teknologi, serta praktik terbaik terkait iklim melalui pameran, konser, diskusi panel, lokakarya, dan kegiatan interaktif.