Kawasan tersebut mencakup sejumlah fasilitas, yakni Paviliun Turkiye, Pusat Sains, Industrialisasi Hijau, Kota Tangguh, Energi dan Transportasi, Budaya dan Peradaban, COPArt, serta Zona Perusahaan Rintisan (Start-up Zone).

Sebagai bagian dari Gerakan Nol Sampah yang telah berkembang secara global, lokasi COP31 akan dilengkapi dengan Pusat Nol Sampah (Zero Waste Hub), Pusat Praktik dan Lokakarya Nol Sampah, Dapur Nol Sampah Tujuh Wilayah Tujuh Rumah, Museum Nol Sampah, serta Pusat Penyimpanan Sementara dan Pengomposan Nol Sampah.

Zona Hijau juga akan menghadirkan "Rumah Antalya" yang mencerminkan budaya tradisional masyarakat YΓΆrΓΌk serta paviliun penyu yang dibangun menggunakan bahan-bahan nol sampah.

Ruang rapat dan aula konferensi di seluruh lokasi COP31 diberi nama berdasarkan berbagai tempat bersejarah, tokoh, dan unsur budaya yang mencerminkan warisan Anatolia serta peradaban Turkiye-Islam.

Aula pleno terbesar di Zona Biru, yang berkapasitas 1.794 orang, diberi nama "Anadolu". Aula tersebut akan digunakan untuk pertemuan perwakilan negara dan pemerintahan serta negosiasi resmi.

Aula pleno lainnya, yang berkapasitas 828 orang, diberi nama "Akdeniz". Zona tersebut juga memiliki "Aula Antalya".

Dua ruang konferensi pers masing-masing dinamai berdasarkan ulama sufi sekaligus penyair terkenal dunia, Mevlana Rumi, dan penyair serta tokoh sufi Turki, Yunus Emre.

Ruang rapat lainnya di Zona Biru menggunakan nama Selimiye, Evliya Celebi, Ayder, Gobeklitepe, Topkapi, Kackar, Zeugma, Cappadocia, Bosphorus, Patara, Sumela, Sezai Karakoc, Piri Reis, Harput, Mimar Sinan, Gunung Agri, Danau Van, Troy, Fethiye, Pamukkale, Ephesus, Gallipoli, Ahlat, Uludag, Catalhoyuk, dan Aspendos.

Sementara itu, lokasi kegiatan pendamping menggunakan nama Uzungol, Lycia, Assos, Perge, Ahi Evran, Asik Veysel, dan Hattusa.

Zona Biru juga akan menghadirkan Taman Kupu-Kupu Tropis yang menawarkan pengalaman interaktif bagi pengunjung untuk mengenal alam, ekosistem, dan keanekaragaman hayati.

Di Zona Hijau, aula terbesar yang berkapasitas 5.000 orang diberi nama "Aula Gaza".