Aula dan ruang rapat lainnya menggunakan nama sejumlah tokoh sejarah dan budaya terkemuka, termasuk Ibnu Sina, peraih Nobel Aziz Sancar, Al-Farabi, Mehmet Akif Ersoy, Haci Bektas Veli, Cacabey, Ahmad Yasawi, Afet Inan, Fatma Aliye, Al-Biruni, dan Osman Hamdi Bey.

" Taman Anatolia" di Zona Hijau akan menampilkan warisan peradaban kawasan tersebut, mulai dari bangsa Het, Frigia, Lidia, dan Likia hingga periode Romawi, Bizantium, Seljuk, dan Ottoman. Kawasan ini menekankan nilai keselarasan dengan alam, keramahan, dan kehidupan berkelanjutan.

Melalui konsep "Tujuh Wilayah, Tujuh Kuliner", COP31 juga akan memperkenalkan warisan kuliner Anatolia, cita rasa lokal, dan budaya pangan berkelanjutan kepada para pengunjung.

Pengunjung dapat menjelajahi kuliner Mediterania, Gaziantep, Kayseri, Nol Sampah, Dunia Turkik, Konya, dan Laut Hitam.

Sebuah pusat manajemen krisis telah dibentuk di Zona Hijau di bawah koordinasi Kantor Gubernur Antalya.

Pusat tersebut akan melibatkan perwakilan kepolisian provinsi, dinas kesehatan provinsi, Badan Penanggulangan Bencana dan Keadaan Darurat, dinas pemadam kebakaran, Administrasi Air dan Air Limbah Antalya, Pemerintah Kota Aksu, perusahaan distributor listrik AKEDAS, serta perusahaan distributor gas alam ENERYA.

Untuk memastikan akses layanan kesehatan yang cepat dan efektif, lima pos kesehatan akan beroperasi di seluruh lokasi konferensi, terdiri atas tiga pos di Zona Biru dan dua pos di Zona Hijau.

Selain itu, tujuh ambulans operasional dan dua ambulans cadangan direncanakan disiagakan. Sebanyak 20 tim bergerak Penyelamatan Medis Nasional, yang terdiri atas sembilan tim di Zona Biru dan 11 tim di Zona Hijau, juga akan memperkuat kapasitas penanganan keadaan darurat.

Sebanyak 27.957 personel dari kepolisian, gendarmerie, dan penjaga pantai akan dikerahkan sebagai bagian dari langkah pengamanan.

Untuk menunjang transportasi, sebanyak 630 bus rendah emisi dan ramah lingkungan yang disediakan oleh 25 pemerintah kota akan melayani para peserta konferensi.

Penerjemah: Primayanti