NADIKABAR.COM — Ekonom yang juga Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal menilai penyusutan surplus perdagangan Indonesia perlu diantisipasi karena dapat mengurangi penopang neraca transaksi berjalan dan meningkatkan kerentanan stabilitas ekonomi makro.
Faisal, saat dihubungi di Jakarta, Rabu, mengatakan surplus perdagangan barang selama ini berperan mengimbangi defisit pada komponen lain dalam neraca transaksi berjalan, terutama perdagangan jasa dan pendapatan primer.
Menurut dia, ketika surplus perdagangan barang menyusut, kontribusinya dalam menutup defisit pada komponen lainnya turut berkurang. Jika kondisi tersebut memperlebar defisit transaksi berjalan, stabilitas ekonomi makro dapat menghadapi tekanan lebih besar.
"Defisit transaksi berjalan ini juga menjadi salah satu penyebab lemahnya capital inflow masuk ke dalam negeri. Sehingga rupiah ini juga menjadi melemah kalau dorongan untuk capital inflow-nya lemah," kata Faisal.