Meski demikian, Faisal menjelaskan kenaikan impor tidak selalu berdampak negatif karena impor bahan baku dan barang modal dapat mencerminkan aktivitas industri yang meningkat apabila digunakan untuk mendukung produksi.

Namun, lanjut dia, kenaikan impor migas akibat peningkatan harga minyak dunia dapat menambah biaya ekonomi, terutama bagi Indonesia yang masih menjadi negara pengimpor bersih minyak.

Ia menilai penguatan ekspor, peningkatan kapasitas produksi, serta diversifikasi negara tujuan ekspor diperlukan untuk menjaga surplus perdagangan dan memperkuat ketahanan eksternal perekonomian Indonesia.