"Saya kasih contohnya. Kalau kita tahu, tadi soal saham misalnya, kalau kita tahu bahwa saham perusahaan A akan lima tahun lagi, akan sepuluh kali lipat dari sekarang, kalau kita beli sekarang, itu kita akan sukses apa nggak?" papar CT.

Kelima, yakni menjadikan kegagalan sebagai sahabat baik. Keenam, kerja keras, pantang menyerah, detail tidak kompromi terhadap hasil akhir, disiplin, dan perfeksionis.

Kemudian nilai CT Ways yang ketujuh yakni percaya pada intuisi. Menurutnya intuisi adalah sesuatu yang rasional berdasarkan pengetahuan dan pengalaman pribadinya. Kedelapan, yakni mengambil keputusan, cari solusi, bukan masalah.

Sementara poin kesembilan, pragmatisme dan idealisme, bukan minyak dan air yang artinya kedua hal ini harus berjalan dengan seimbang. Jika benar berjalan, pada akhirnya akan mencapai poin CT Way yang kesepuluh yakni mencari keberkahan Tuhan.

"Kalau pragmatis itu lebih kepada keuntungan diri sendiri dan lain sebagainya. Idealis lebih kepentingan masyarakat, jangka panjang dan lain sebagainya. Nah ini harus digabungkan. Nah ujungnya adik-adikku sekalian, kita harus memulai sesuatu dari niat baik. Betul? Dan terus kita harus berusaha abis-abisan, ujungnya apa? Cari keberkahan Tuhan," tegasnya.