NADIKABAR.COM — Budidaya jangkrik menjadi usaha baru yang ditekuni Toto Rumanta, warga Kelurahan Sindangkasih, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka. Baru sekitar satu bulan menjalankan usaha tersebut, Toto sudah bisa menghasilkan sekitar 100 kilogram jangkrik dalam sekali panen.
Toto memulai usaha budidaya jangkrik dengan modal sekitar Rp 1 juta. Namun, modal tersebut hanya digunakan untuk membuat boks atau kandang jangkrik.
Sementara untuk bibit, Toto menjalankan usaha dengan sistem kemitraan. Telur jangkrik diperoleh dari mitra sehingga ia tidak perlu mengeluarkan biaya untuk membeli bibit.
"Modal awal Rp 1 juta. Itu cuma modal boksnya saja. Kalau jangkriknya mah sistem kemitraan, kita dikasih telur dari mitra kita," kata Toto kepada NadiKabar belum lama ini.
Saat ini Toto memiliki 10 boks untuk membesarkan jangkrik. Dalam satu siklus budidaya, ia menggunakan sekitar 2 kilogram telur.
Proses pembesaran jangkrik dari telur hingga siap dipanen membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Perawatannya pun relatif sederhana.