Ia menjelaskan, jangkrik hasil budidayanya tidak dipasarkan sendiri. Setelah panen, hasilnya diambil oleh pihak mitra untuk selanjutnya dipasarkan sebagai pakan burung dan ikan.

"Jangkriknya itu biasanya untuk pakan burung, ikan. Kita mah cuma ngebesarin saja. Kalau urusan penjualan mah kemitraan kita," jelas Toto.

Mitra Toto berasal dari Desa Cisetu, Kecamatan Rajagaluh, Majalengka. Ia bermitra dengan Dadan melalui usaha Humaira Bird Food.

Meski baru sekitar satu bulan menjalankan usaha, Toto melihat budidaya jangkrik memiliki peluang untuk dikembangkan. Dengan sistem kemitraan, ia cukup fokus pada proses pembesaran hingga jangkrik siap dipanen.

"Ya sangat menguntungkan untuk tambahan penghasilan. Saya sehari-hari mah usaha jualan kerupuk," pungkasnya.