Oleh sebab itu, Lusi membeli banyak arisan yang dilelang Ernawati secara bertahap sejak September 2023 sampai akhir Januari 2024. Total ia membayar Rp 141,9 juta kepada pelaku. Jangankan dapat untung, uangnya yang dikembalikan pelaku secara bertahap hanya Rp 88,4 juta.
"Jadi, kerugian saya sebesar Rp 53,5 juta. Itu uang modal saja yang saya bayarkan ke terdakwa," terangnya.
Uang tersebut, kata Lusi, hasil kerja kerasnya selama bertahun-tahun. Mulai dari tabungan uang yang ia kumpulkan sejak 2016, tabungan emas sejak tahun 2020 yang nilainya mencapai Rp 25 juta, hingga ia rela menjual iPhone 14 Promax kesayangannya.
"Cari duitnya susah. Sebenarnya itu tabungan bukan buat saya pribadi, itu tabungan untuk pendidikan kedua adik saya dan tabungan kalau misalkan sepi job menyanyi," jelasnya.
Akhir Januari 2024 menjadi momen terberat dalam hidupnya. Malam itu ketika manggung di Madura, Lusi syok setelah menerima kabar kalau Ernawati tak bisa dihubungi. Betapa tidak, masih banyak uangnya yang belum dibayar oleh pelaku. Sedangkan aset yang tersisa hanya 1 gelang emas di tangannya.
"Mau enggak mau gelang itulah buat bertahan hidup karena uang hasil nyanyi sebelum-sebelumnya juga sudah saya masukkan ke lelang arisan. Sampai saya 3 hari 3 malam enggak bisa makan, ini masa depan gimana. Soalnya kan aku ini tulang punggung keluarga ya," cetusnya.
Beruntung di awal Februari 2024, Lusi menerima job manggung di Palembang dan Aceh. Sehingga selain menjual gelang emas, honor dari bernyanyi itu juga ia gunakan untuk bertahan hidup bersama ibu dan 2 adik laki-lakinya.