"Presipitasi rendah terkonsentrasi di Lampung, Banten, DKI Jakarta, pesisir utara Jawa, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, serta sebagian kawasan Sulawesi dan Maluku," tulis BMKG di laman resminya, Kamis (29/10).
BMKG memperkirakan hujan di wilayah Tanah Air didominasi intensitas rendah dan menengah. Namun, BMKG menilai sejumlah dinamika atmosfer masih mungkin meningkatkan potensi pertumbuhan awan konvektif, sehingga hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat dan angin kencang masih mungkin terjadi di beberapa wilayah.
Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi dapat memengaruhi cuaca di wilayah barat dan selatan Indonesia, sedangkan Gelombang Kelvin diprediksi aktif di bagian timur. Selain itu, dinamika pola angin regional juga dominan dipengaruhi oleh kemunculan Bibit Siklon Tropis 91B di Laut Andaman serta pola sirkulasi siklonik di Laut Natuna.