Sementara itu, gelombang ekuatorial Rossby diprakirakan aktif di sebagian Sumatera bagian utara hingga tengah dan Maluku Utara, sedangkan gelombang Kelvin berpotensi aktif di Sumatera bagian utara hingga tengah, Kalimantan bagian utara hingga tengah, Sulawesi bagian utara, dan Maluku Utara.
Aktivitas gelombang tersebut, disertai pola perlambatan dan pertemuan angin (konvergensi) di sejumlah wilayah, dapat mendukung pertumbuhan awan hujan, terutama dengan dukungan kelembapan udara yang tinggi dan kondisi atmosfer yang labil.
Sejalan dengan kondisi tersebut, prediksi curah hujan BMKG pada Dasarian I hingga II November 2026 menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan mengalami curah hujan kategori rendah hingga menengah (0-150 mm/dasarian).