Selain MJO dan gelombang atmosfer, keberadaan sirkulasi siklonik yang diperkirakan terbentuk di Laut Andaman dan Samudra Pasifik sebelah utara Papua Barat Daya juga berpotensi mempengaruhi pola angin regional.

Kombinasi kedua sistem tersebut berpotensi membentuk daerah perlambatan dan pertemuan angin di sekitar pusat sirkulasi serta meningkatkan potensi pertumbuhan awan konvektif, sehingga berpeluang memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.