Meski demikian, sejumlah dinamika atmosfer dinilai berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan konvektif, sehingga hujan masih mungkin terjadi di beberapa wilayah dengan intensitas yang beragam di masing-masing wilayah.

Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi dapat memengaruhi cuaca di wilayah barat dan selatan Indonesia, sedangkan Gelombang Kelvin diprediksi aktif di bagian timur.

Selain itu, ada juga dinamika pola angin regional yang dominan dipengaruhi oleh kemunculan Bibit Siklon Tropis 91B di Laut Andaman serta pola sirkulasi siklonik di Laut Natuna.