NADIKABAR.COM — Sebanyak tujuh perusahaan diidentifikasi Singapura menjadi penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia. Asap dari karhutla yang terjadi di sejumlah hutan Indonesia ini telah berdampak ke negara tetangga, salah satunya Singapura.
Berdasarkan hasil penyelidikan National Environment Agency (NEA) 7 perusahaan itu mengelola hutan di Sumatera. Namun belum diketahui apakah perusahaan-perusahaan tersebut berasal dari Singapura atau Indonesia.
Dari tujuh daftar perusahaan, tiga di antaranya adalah Bumi Andalas Permai, SBA Wood Industries, dan Bumi Mekar Hijau. Ketiga itu diketahui merupakan pemasok kayu bagi Asia Pulp & Paper, yang merupakan bagian dari Sinar Mas Group.
Menanggapi hasil tersebut, Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup Singapura Grace Fu, memperingatkan perusahaan perusahaan tersebut untuk menghentikan dan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. Pemerintah Singapura juga meminta perusahaan menyampaikan langkah konkret untuk memadamkan kebakaran dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.