NADIKABAR.COM — BPI Danantara Indonesia mengungkap delapan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatat lonjakan laba bersih (net profit) yang dahsyat selama Januari hingga Agustus 2026.

Pada posisi pertama, Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengatakan ada PT Semen Indonesia (Persero) Tbk yang labanya selama delapan bulan tersebut meningkat 427 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Lonjakan tersebut berkat perubahan model bisnis Semen Indonesia yang dilakukan oleh Danantara.

"Semen Indonesia membukukan kenaikan keuntungan 427 persen. Bagaimana caranya? Kita mengubah business model-nya," ujar Dony dalam acara Danantara Technology Innovation Investment Forum 2026 di Jakarta, Senin (26/10).

Posisi selanjutnya ditempati oleh PT Pupuk Indonesia dengan pertumbuhan laba mencapai 233 persen. Capaian ini juga berkat perubahan model bisnis yang dilakukan Danantara.

Menurut Dony, model bisnis Pupuk Indonesia sebelumnya menggunakan skema cost-plus, di mana pemerintah menetapkan margin sebesar 7 persen dari total biaya.

Skema tersebut dinilai tidak efisien karena keuntungan perusahaan justru semakin besar apabila biaya produksi membengkak.