"Kombinasi fenomena El Nino dan IOD yang terjadi bersamaan ini memperparah dan memperpanjang periode kekeringan di sebagian besar wilayah Indonesia sehingga musim hujan datang terlambat dan terjadi lebih singkat," ujar Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani pada konferensi pers 'Prediksi Musim Hujan' secara daring pada Selasa (22/9).
Lebih lanjut, BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami puncak musim hujan pada Desember, Januari, dan Februari.
"Jika dibandingkan dengan normalnya, durasi musim hujan 2026/2027 di wilayah Indonesia diprediksi lebih pendek dari normalnya pada 482 ZOM yang mencakup 51,90 persen luas daratan Indonesia, lebih panjang dari normalnya pada 60 ZOM yang mencakup 8,58 persen luas daratan Indonesia, dan sama dengan normalnya pada 40 ZOM yang mencakup 5,06 persen luas daratan Indonesia," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan.