Hujan meteor ini dikenal unik karena pada puncak siklonik yang terjadi setiap 33 tahun sekali, pengamat dapat melihat ratusan meteor per jam di langit malam. Puncak siklonik hujan meteor Leonid terakhir terjadi pada tahun 2001.

Leonids dihasilkan oleh butiran debu yang ditinggalkan oleh komet Tempel-Tuttle yang pertama kali ditemukan pada 1865.

Pengamatannya disarankan dilakukan dari lokasi yang gelap. Meteor akan memancar dari rasi bintang Leo, tetapi mungkin muncul di bagian langit lainnya.

Tahun ini seharusnya menjadi tahun yang baik untuk mengamati hujan meteor Leonids. Bulan akan terbenam tak lama setelah tengah malam dan menyisakan langit yang gelap, lalu membuat meteor-meteor akan terlihat sangat bagus dan jelas.

Fase Bulan purnama Supermoon akan terjadi pada 24 November pukul 14.55 UTC atau 21.55 WIB. Fenomena ini merupakan yang kedua dari tiga Supermoon yang diperkirakan terjadi sepanjang 2026.

Pada fase ini, Bulan akan berada di sisi yang berlawanan dari Matahari sehingga permukaannya akan diterangi sepenuhnya.

Fenomena Supermoon terjadi ketika Bulan berada di titik terdekatnya dengan Bumi, sehingga mungkin akan tampak sedikit lebih besar dari biasanya.

Suku-suku asli Amerika mengenal Bulan purnama November sebagai Bulan berang-berang (Beaver Moon) karena merupakan waktu terbaik untuk memasang perangkap berang-berang sebelum rawa dan sungai membeku di musim dingin. Bulan ini juga dikenal sebagai Bulan Beku dan Bulan Gelap.