VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi memperkirakan indeks saham bergerak cenderung menguat pada perdagangan hari ini (26/10). Meski demikian, pergerakan IHSG masih akan dibayangi sejumlah sentimen eksternal dan domestik.

Oktavianus menyoroti peningkatan ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan eskalasi terhadap Iran. Kondisi tersebut mendorong harga minyak mentah naik hingga US$103 per barel pada pekan lalu.

"Kenaikan harga minyak mentah di tengah meningkatnya tensi AS-Iran memberikan sinyal negatif terhadap inflasi yang diperkirakan tetap tinggi, sehingga bank sentral masih berpotensi bersikap hawkish. Di sisi lain, pelemahan rupiah dan arus dana keluar yang besar juga menjadi tekanan bagi pasar," kata Oktavianus kepada NadiKabar.com, Senin (26/10).

Dari dalam negeri, rupiah melemah hingga menyentuh Rp18.089 per dolar AS sehingga memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi. Sepanjang pekan lalu, IHSG juga mencatatkan arus dana keluar (capital outflow) mencapai Rp8 triliun di seluruh perdagangan.

Investor turut menantikan keputusan suku bunga The Fed yang diperkirakan mempertahankan suku bunga acuan di level 4 persen.

Namun, data CME FedWatch menunjukkan probabilitas kenaikan Federal Funds Rate (FFR) sebesar 68,8 persen menjadi 4,25 persen pada Desember 2026. Ekspektasi kenaikan suku bunga tersebut berpotensi direspons negatif oleh pasar.

Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus pun merekomendasikan beberapa saham yang bisa dikoleksi. Pertama, saham PT Surya Semesta Internusa Tbk atau SSIA yang ditutup menguat 1,92 persen ke posisi 1.330 pada pekan lalu. Oktavianus memproyeksi SSIA dapat menyentuh level 1.430 pada pekan ini.

Kedua, saham PT Rukun Raharja Tbk atau RAJA yang ditutup menguat 4,60 persen ke level 500 pekan lalu. Oktavianus memproyeksi RAJA dapat menyentuh level 590 pada pekan ini.

Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan indeks saham bergerak terbatas pada perdagangan sepekan ke depan dengan level support 5.185 dan resistance 5.563.