BPS NTB mencatat daging ayam ras memberi andil inflasi hingga 0,21 persen, disusul cabai rawit 0,07 persen, ikan layang 0,07 persen, ikan tongkol 0,06 persen dan telelon seluler 0,03 persen.

"Kelompok informasi dan komunikasi juga memberi andil cukup besar terhadap inflasi, yakni dengan naiknya harga telepon seluler dan laptop. Kenaikan harga itu dipicu oleh krisis pasokan komponen global, terutama memori seperti RAM dan storage," terangnya.

Sementara itu, beberapa komoditas justru mencatatkan deflasi pada Agustus 2026. Komoditas yang mengalami penurunan harga tim redaksi lain tomat 0,06 persen, bawang merah 0,03 persen, bawang putih 0,02 persen, sekolah menengah atas 0,02 persen dan bensin 0,01 persen.

"Turunnya harga bawang merah dipengaruhi oleh hasil panen yang sudah memasuki pasar sehingga stok bawang merah cukup banyak. Sementara itu penurunan biaya sekolah menengah atas disebabkan oleh penurunan biaya komite," ujar Wahyudin.