Dari sisi wilayah, inflasi tertinggi terjadi di Kota Mataram, sebesar 0,69 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 113,03. Kemudian disusul Kabupaten Sumbawa 0,53 persen dengan IHK 112,45, sementara Kota Bima mengalami inflasi sebesar 0,24 persen dengan IHK 113,31.

"Semua wilayah IHK di NTB mengalami inflasi bulanan, dan inflasi tertinggi terjadi di Kota Mataram," ucapnya.

Wahyudin menjelaskan terdapat sejumlah komoditas yang memberikan andil inflasi di wilayah IHK NTB. Komoditas tersebut tim redaksi lain, daging ayam, ikan tongkol, cabai rawit, ikan pencaran, akademi atau perguruan tinggi, ikan layang, bahan baku rumah tangga, telepon seluler hingga angkutan laut.