"Iya, Cicurug ya. Kelihatannya Cicurug juga terdampak, terus juga menyebar ke perbatasan sana, Kabandungan, Pelabuhanratu. Tapi mudah-mudahan, sampai saat ini kan belum ada laporan korban. Ini upaya kita untuk menjaga-jaga saja," ungkapnya.

Guna meminimalisasi dampak risiko kesehatan pernapasan dan mata akibat paparan partikel abu vulkanik yang melayang di udara, Asjap mewanti-wanti seluruh elemen masyarakat Sukabumi untuk meningkatkan kewaspadaan dan disiplin menggunakan alat pelindung diri.

"Saya mengimbau kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Sukabumi, dengan adanya kejadian meletusnya Gunung Anak Krakatau, pertama, wajib menggunakan masker saat beraktivitas. Yang kedua, gunakan kacamata pelindung untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan pada mata. Itu pesan saya untuk warga Sukabumi, semoga semuanya tetap sehat," tegas Asjap.

Pemkab Sukabumi bersama BPBD terus memantau pergerakan arah angin dan sebaran abu vulkanik. Langkah taktis dan imbauan susulan terkait aktivitas ruang publik akan segera dikeluarkan sesuai perkembangan kondisi kualitas udara di lapangan.