Sebelumnya diberitakan, sebaran abu vulkanik yang diduga berasal dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan mulai dirasakan meluas oleh masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, paparan debu tipis tersebut dirasakan warga mulai dari wilayah utara seperti Parungkuda, Cicurug, Cibadak, wilayah Cireunghas, hingga kawasan pesisir Palabuhanratu, tepatnya di Kampung Babakan Gumelar dan Cijambe.

Warga di pesisir Palabuhanratu, Hera menuturkan bahwa keberadaan abu vulkanik sudah mulai dirasakannya sejak malam hari dan terlihat semakin pekat saat pagi hari ketika beraktivitas ke luar rumah.

Paparan partikel halus tersebut bahkan sempat membuat matanya terasa perih. "Dari pagi pokoknya pas aku keluar rumah. Semalam juga sudah kerasa sih, kena mata juga perih. Semalam pas mau tidur cuci kaki, kok kaki terasa kotor, dikira debu biasa. Pas pagi tadi baru kelihatan banyak," tutur Hera.