Pelatihan ini dikatakan Saryadi disiapkan oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur, bekerja sama dengan perguruan tinggi seperti Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Padjadjaran (Unpad).
"Dan juga dukungan dari mitra yakni Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi)," ucapnya.
Sebelumnya, Ketua Divisi Program Kebencanaan Korps Relawan Bencana Himpunan Psikologi Indonesia (Kresna Himpsi) Yuria Ekalitani mengatakan, berdasarkan hasil rapid assesment di Kabupaten Ngada dan Nagekeo, ada murid yang mengalami kecemasan dan ketakutan akibat gempa susulan.
"Beberapa juga menjadi sulit tidur, takut jika masuk ke dalam rumah, tidak mau menutup pintu karena takut ada gempa susulan, sulit konsentrasi, dan beberapa dampak psikologis lainnya," kata Yuria dalam keterangan Kemendikdasmen, Rabu (26/8/2026) lalu.