Dalam pendampingan bagi murid, Himpsi saat itu mengadakan kegiatan Tenda Gembira melalui aktivitas bermain yang dirancang secara terstruktur. Anak-anak juga diperkenalkan dengan teknik stabilisasi emosi agar terbantu mengelola rasa takut dan cemas pascabencana.

Sementara itu bagi guru dan tenaga kependidikan, Himpris memberikan psikoedukasi mengenai dukungan psikologis awal. Guru juga diberi pendampingan melalui kegiatan Supportive, Accompaniment, Psychosocial, Assistance (SAPA), termasuk penyapaan langsung pada guru terdampak dan asesmen psikososial untuk menengok kondisinya usai mengalami bencana.

"Untuk bisa lebih terlatih, guru perlu mendapatkan pelatihan untuk memberikan layanan dukungan psikososial kepada siswa didik," kata Yuria.

Saryadi mengatakan, pemberian dukungan psikologis serta penyediaan kelas darurat dan perlengkapan sekolah sebelumnya juga dilakukan tim mitra seperti Plan Indonesia, CIS Timor bersama Save the Children, Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, Palang Merah Indonesia, Koalisi Kopi, Muhammadiyah Disaster Management Center, INOVASI, dan lembaga lainnya.