NADIKABAR.COM — Penggunaan rokok elektrik atau vape dapat menyebabkan iritasi dan peradangan pada pita suara sehingga memicu suara serak, tenggorokan kering, hingga kelelahan saat berbicara.
Kepala Medis People Inc. Health Group, dokter Sohaib Imtiaz MD, mengatakan uap vape mengandung sejumlah zat, termasuk propilen glikol, gliserin, nikotin, dan bahan perasa, yang dapat mengeringkan serta mengiritasi lapisan pita suara.
Dalam wawancara dengan laman Health pada Selasa (20/10), Imtiaz menjelaskan bahwa pita suara menjadi salah satu bagian tubuh yang pertama kali terpapar uap vape saat seseorang menggunakannya.
Pita suara membutuhkan kelembapan agar dapat bergetar dengan baik saat menghasilkan suara. Ketika jaringan tersebut mengering atau mengalami pembengkakan, suara dapat terdengar lebih kasar dan mudah lelah.
Menurut Imtiaz, sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan vape berpotensi memengaruhi pergerakan pita suara. Studi pada 2025 terhadap orang dewasa muda yang menggunakan vape setiap hari menemukan bahwa pita suara mereka menutup lebih lambat dan bergetar kurang teratur dibandingkan kelompok yang tidak menggunakan vape.
Dampak penggunaan vape terhadap suara turut disoroti setelah penyanyi dan aktris Selena Gomez mengungkapkan bahwa kebiasaan menggunakan vape bernikotin telah mengubah suaranya.
Dalam unggahan Instagram Story pada 18 Oktober, Gomez mengaku pernah banyak menggunakan vape bernikotin dan mengatakan bahwa ketergantungan nikotin sulit dihentikan. Ia juga mengingatkan orang lain agar tidak memulai kebiasaan tersebut.
Imtiaz mengatakan berhenti menggunakan vape merupakan langkah utama untuk membantu memulihkan kondisi pita suara. Meski demikian, pemulihan tidak selalu berlangsung sepenuhnya.
Iritasi, kekeringan, dan peradangan umumnya dapat membaik setelah seseorang berhenti menggunakan vape. Namun, apabila paparan telah menyebabkan perubahan struktural pada pita suara, kualitas suara belum tentu kembali seperti semula.
Peluang pemulihan juga lebih baik jika seseorang berhenti lebih awal. Selain itu, mencukupi kebutuhan air, menghindari kebiasaan berteriak, dan mengurangi paparan asap dapat membantu menjaga kesehatan suara.
Imtiaz menyarankan pemeriksaan ke dokter apabila suara serak berlangsung lebih dari dua hingga tiga minggu, terutama jika keluhan tetap muncul setelah berhenti menggunakan vape. Dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan dapat memeriksa kondisi pita suara untuk menentukan penanganan yang diperlukan.
Penerjemah: Farika Nur Khotimah