Konsep transit-oriented development (TOD) juga menjadi bagian dari perencanaan untuk mendukung konektivitas kawasan dan menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih hidup.

Salah satu rencana pengembangan di Padalarang mencakup penyediaan sekitar 200 ribu hingga 250 ribu unit hunian. Perumahan tersebut direncanakan menggunakan skema yang terjangkau, dengan dukungan infrastruktur dan pengembangan TOD.

Melalui pengembangan ini, BP BUMN dan Danantara mendorong pemanfaatan aset negara menjadi kawasan produktif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Kota masa depan diharapkan tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, tetapi juga menghadirkan akses hunian layak dan fasilitas publik yang lebih merata, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah.