NADIKABAR.COM β€” Danantara Indonesia melalui holding investasinya, PT Danantara Investment Management (DIM), mengumumkan penyelesaian akuisisi bidang lahan seluas 4,4 hektare (ha) di kawasan Thakher Makkah, Arab Saudi, pada Minggu (18/10), sebagai upaya memperkuat ekosistem layanan haji dan umrah.

Transaksi tersebut menandai kehadiran investasi jangka panjang Danantara di sektor perhotelan Makkah, sekaligus menjadi landasan bagi pengembangan ekosistem akomodasi dan layanan terpadu bagi jamaah haji dan umrah.

"Inisiatif ini memadukan aset yang telah beroperasi dengan lahan yang memberikan ruang bagi kami untuk berekspansi dalam jangka panjang, seiring dengan terus berkembangnya ekosistem haji dan umrah,” ujar Chief Investment Officer (CIO) Danantara Pandu Sjahrir dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Pada saat sama, Pandu melihat platform tersebut sebagai peluang untuk memperkenalkan budaya, pelayanan, serta kuliner Indonesia di panggung global.

β€œKami akan menjalankan tahapan selanjutnya secara terukur, dengan berpedoman pada kelayakan komersial, ketentuan regulasi, dan tata kelola yang penuh kehati-hatian, untuk menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan,” ujar Pandu.

Adapun, akuisisi yang telah diselesaikan mencakup sebuah hotel yakni Novotel Thakher Makkah yang telah beroperasi dengan 1.461 kamar dan suite, yang diakuisisi dan diserahterimakan pada 11 Agustus 2026, serta lahan seluas 4,4 hektare yang akuisisinya diselesaikan pada 18 Oktober 2026.

Rangkaian transaksi merupakan tindak lanjut dari kesepakatan strategis yang diumumkan oleh Danantara dan Thakher Development Company pada 14 Desember 2025.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Rosan Roeslani mengatakan pencapaian tersebut merupakan langkah nyata dalam membangun platform investasi perhotelan jangka panjang di Arab Saudi.

β€œFokus kami adalah mengelola aset-aset ini dengan disiplin investasi yang ketat, sekaligus mengembangkan ekosistem terpadu yang meningkatkan kualitas akomodasi dan layanan bagi jemaah dari Indonesia maupun berbagai negara lainnya,” ujar Rosan.

Lebih dari itu, ia mengatakan momentum tersebut menandai awal dari kemitraan ekonomi yang semakin erat antara Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi.

β€œKami akan terus memperdalam kerja sama bilateral dengan menjajaki berbagai peluang di Madinah dan sektor-sektor strategis lainnya di luar sektor properti yang memberikan manfaat bagi kedua negara," ujar Rosan.

CEO Thakher Development Faisal Shaker mengatakan langkah tersebut merupakan momen bersejarah bagi Thakher Makkah.

Menurut dia, kehadiran negara pertama di luar Arab Saudi yang memiliki properti di kawasannya mencerminkan kepercayaan internasional terhadap Thakher Makkah, sekaligus terhadap langkah Kerajaan Arab Saudi membuka Makkah bagi mitra jangka panjang yang memiliki komitmen yang sama untuk melayani para tamu Allah.

β€œThakher Development merancang peluang investasi untuk mendukung kemitraan berskala besar seperti ini. Kami bangga telah menuntaskan transaksi ini, mulai dari penandatanganan hingga peralihan hak kepemilikan, dalam waktu 10 (sepuluh) bulan,” ujar Faisal.

Fokusnya saat ini yaitu memastikan keselarasan antara ambisi investasi Danantara dan strategi pengembangan pihaknya, serta mendukung Danantara dalam mewujudkan tahap berikutnya supaya semakin banyak jemaah Indonesia dapat menginap di lokasi yang dekat dengan Masjidil Haram, katanya menambahkan.

β€œHari ini, kami telah mewujudkan peluang ini menjadi model yang dapat direplikasi dan menjadi pintu masuk bagi investor internasional ke Makkah,” ujar Faisal.

Sementara itu, CEO Khomasiah Group Ammar Baroum mengatakan bahwa transaksi penting itu merupakan tonggak sejarah yang signifikan bagi Makkah, yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor internasional terhadap pasar Arab Saudi beserta potensi jangka panjangnya.

Ia mengatakan bahwa komitmen Danantara menegaskan iklim investasi Arab Saudi yang menarik termasuk peluang investasi di sektor perhotelan dan properti, khususnya di Makkah dan Madinah.

β€œKami bangga atas peran Khomasiah dalam memfasilitasi investasi ini serta mendukung penanaman modal asing sejalan dengan visi Saudi 2030,” ujar Ammar.

Investasi tersebut merupakan bagian dari ekosistem haji dan umrah (Kompleks Bait Jemaah) yang ditujukan untuk menyediakan akomodasi dan layanan pendukung bagi jemaah haji dan umrah.

Selain itu, juga mendukung strategi jangka panjang Danantara Indonesia untuk meningkatkan pengalaman ibadah jemaah.

Dengan memadukan aset perhotelan yang telah beroperasi dan pengembangan lahan, transaksi itu menjadi landasan bagi perluasan kapasitas akomodasi dan layanan pendukung secara bertahap

Adapun, bidang-bidang lahan tersebut direncanakan menjadi bagian dari rencana induk terpadu yang mencakup fasilitas perhotelan, ritel, dan fasilitas pendukung lainnya.

Selanjutnya, pengembangan akan dilaksanakan secara bertahap bersama Al-Khomasiah, mitra pengembang lokal yang mendukung penyelesaian transaksi itu serta kehadiran Danantara Indonesia di Kerajaan Arab Saudi.

Studi kelayakan, persetujuan, serta dokumen perizinan yang dipersyaratkan untuk bidang lahan tersebut akan disiapkan dan disampaikan sesuai dengan setiap tahap pengembangan.

Danantara Indonesia memastikan akan terus menjalankan inisiatif tersebut secara bertahap dan akuntabel, dengan berkoordinasi erat bersama otoritas terkait di Arab Saudi dan Indonesia.

Akuisisi itu merupakan langkah penting dalam pengembangan jangka panjang ekosistem haji dan umrah berkelas dunia, sekaligus menjadi landasan untuk mempererat hubungan yang telah lama terjalin antara kedua negara, termasuk melalui penjajakan berbagai peluang di sektor-sektor strategis lainnya.