Ketimpangan tersebut menunjukkan masih besarnya peluang investasi yang dapat dimanfaatkan negara-negara Asia. Oleh karena itu, Danantara ingin menjadikan forum tersebut sebagai wadah untuk mendorong transaksi investasi secara langsung.

"Nah ini menurut kita adalah sesuatu hal 60% pertumbuhan tapi cuma mendapatkan global capital di bawah 30%. Jadi, hampir setengahnya lah bahkan kurang dari setengah daripada kontribusi dari sisi pertumbuhan dunia.Jadi ada imbalance atau ada ketidakseimbangan," jelas dia.

Investasi yang dibidik terutama berupa pendanaan jangka panjang. Danantara akan mempertemukan investor institusi, perusahaan investasi swasta, pengelola family office, pemerintah, serta pelaku usaha yang memiliki proyek potensial.