Rosan menjelaskan dukungan biaya hidup diperlukan karena para dokter tidak dapat bekerja atau membuka praktik selama menjalani pendidikan spesialis. Proses pendidikan tersebut diperkirakan berlangsung selama 3 hingga 6 tahun.
"Jadi kami pun memberikan tidak hanya dari segi beasiswanya saja, tapi juga biaya untuk hidup mereka selama mengikuti pendidikan sebagai dokter spesialis atau living expenses-nya," jelas Rosan.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan Danantara Trust telah menyetujui pendanaan untuk dua program kesehatan. Rinciannya Rp 200 miliar untuk vaksinasi HPV guna mencegah kanker serviks dan Rp 600 miliar untuk beasiswa pendidikan dokter spesialis.
Budi mengatakan bantuan vaksinasi HPV diharapkan dapat mempercepat upaya pencegahan kanker serviks di Indonesia. Menurutnya, keterbatasan anggaran sebelumnya membuat pelaksanaan program tersebut diperkirakan membutuhkan waktu hingga 15 tahun.