"Programnya harusnya 15 tahun karena uangnya kurang. Dengan adanya bantuan Danantara Trust ini kita pengen percepat. Siapa tahu bisa 10 tahun sampai 5 tahun," ujar Budi.
Selain itu, pendanaan pendidikan dokter spesialis akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan tenaga medis di daerah yang masih kekurangan dokter. Budi mencontohkan wilayah Nias dan Papua Pegunungan yang membutuhkan dokter spesialis untuk menangani penyakit seperti stroke dan jantung.
Para dokter yang mengikuti program tersebut akan mendapatkan pembiayaan pendidikan dan biaya hidup selama menjalani pelatihan di Jakarta maupun luar negeri. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka diwajibkan kembali ke daerah asal untuk memberikan pelayanan kesehatan.
"Selama 3-4 tahun mereka dididik, mereka dibiayai penuh oleh Danantara, dan kita bilang kalau pulang harus kembali ke misalnya Papua Pegunungan atau Nias menyelamatkan nyawa dari sana," tutup Budi.