"Ya, tetapi proses sewanya tentu karena perusahaan terbuka melewati tadi, benturan kepentingan. Jadi harus ada KJPP-nya, market price-nya, dan saya dengar ini harganya di atas daripada harga pasar untuk sewa. Ini yang paling penting ya," ujar Dony.

"Jadi jangan lihat, Ini gedung itu.. Jadi kadang-kadang kan kita melihatnya tuh, memang ada masalah apa? Gedung disewakan kan banyak. Itu OJK juga sewa gedung. Di mana juga sewa gedung, ini normal aja," sambungnya.

Sebelumnya, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyambut positif rencana pemanfaatan Gedung Graha Merah Putih (GMP) oleh Badan Gizi Nasional (BGN) secara skema Business to Business (B2B). Langkah penyewaan ini menjadi bagian dari strategi leveraging asset perusahaan untuk mengoptimalkan aset properti sekaligus membuka peluang pendapatan baru dari konektivitas digital.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini menyampaikan bahwa skema bisnis ini dijalankan secara proporsional dengan tetap mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).