NADIKABAR.COM — Warga Banyumas mengumpulkan minyak jelantah dengan harga Rp5.000-Rp6.000 per liter untuk diolah menjadi bahan bakar pesawat ramah lingkungan (SAF).
Banyumas - Warga Banyumas mengumpulkan minyak jelantah dengan harga Rp5.000-Rp6.000 per liter untuk diolah menjadi bahan bakar pesawat ramah lingkungan (SAF).
Program ini merupakan uji coba kerja sama antara Kementerian Koperasi dan PT Pertamina Patra Niaga. Pengumpulan minyak jelantah dilakukan melalui empat KDKMP di Kabupaten Banyumas sebagai bagian dari upaya pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi sumber energi alternatif. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria
Minyak jelantah yang terkumpul selanjutnya disetorkan ke kilang Pertamina di Cilacap, Jawa Tengah, untuk diolah menjadi Sustainable Aviation Fuel (SAF), yakni bahan bakar penerbangan berkelanjutan. Inisiatif ini membuka peluang pemanfaatan minyak bekas memasak yang selama ini kerap dibuang begitu saja. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria
Melalui program tersebut, minyak jelantah tidak hanya memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga berpotensi mendukung pengembangan bahan bakar penerbangan yang lebih ramah lingkungan. Pengumpulan melalui koperasi diharapkan memperkuat peran masyarakat dalam pengelolaan limbah sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria